Seperti Ini Bahaya Kecanduan Game Online Bagi Fungsi Otak Anak
Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Provinsi Lampung, Dra. Renyep Proborini M.Ed. menyampaikan perkara kecanduan bermain game online yang akan mmbawa dampak kerusakan terhadap fungsi-fungsi saraf dan motorik.
Fungsi motorik yang bermasalah ini, seperti tangan menjadi kaku dan masalah pada gerakan. Hal ini kian berbahaya lantaran dampak lainnya, seperti mengalami kerusakan pada otak yang sifatnya permanen.
Kerusakan otak bisa dilihat dari perilaku anak-anak yang kesulitan membedakan mana yang sekadar mainan dan mana yang bersifat nyata.
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8411613339164060065#editor/target=post;postID=9099382495507461766;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=3;src=link
Selain itu, para pemain game yang kecanduan akan terpapar dengan kekerasan, sehingga empatinya akan berkurang. Pada akhirnya mereka lebih mudah melakukan tindakan-tindakan agresif kepada orang di sekelilingnya.
"Prinsipnya pada orang tua semestinya sejak awal mereka perlu melakukan kontrol terhadap penggunaan gawai (gadget) dan mereka secara konsisten melakukan itu pada semua anggota keluarga tanpa kecuali. Jadi orang tuanya tidak hanya menyuruh anak untuk membatasi, tapi mereka juga harus memberikan contoh untuk membatasi," jelasnya.
Menurutnya, alangkah lebih baik anak diberikan telepon genggam dalam pengawasan. Jika tidak, maka anak akan mencuri kesempatan bersama temannya. Sehingga nantinya justru akan berdampak lebih luas berupa tidak adanya pengawasan sama sekali.
Dekan dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung ini juga menyatakan dirinya sangat mendukung adanya fatwa haram yang sedang dikaji oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekarang ini.


Maantap
BalasHapussgtu bahanya ternyata, hmm
BalasHapusThanks to information👍👍
BalasHapusParah
BalasHapuscocok
BalasHapus